IHSG dibuka menguat 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN hingga TPIA rebound

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 7.147,60 pada Selasa (27/4/2026). Seturut hal itu, saham big caps seperti BBCA, PANI, UNVR, BREN hingga TPIA kompak di zona hijau. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,58% atau 41,08 poin ke level 7.147,60 hingga pukul 09.02 WIB. Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di level terendah 7.128,46 dan sempat ke posisi 7.150,99. 

Tercatat, sebanyak 329 saham menguat, lalu 158 saham terkoreksi, dan 189 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp12.780,47 triliun.

Di tengah kenaikan indeks komposit, saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang menguat dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan kenaikan sebesar 1,67% menuju level Rp6.075 per saham.  

: IHSG Rawan Koreksi Lanjutan ke 7.022–7.092, Cermati Saham ARCI, MIDI & TINS

Posisi itu kemudian disusul saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang bertumbuh 1,48% menjadi Rp8.575, sementara saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turut menguat sebesar 1,32% ke level Rp1.540 per saham.  

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga kembali meningkat 1,29%, lalu PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) tumbuh 0,87%, dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik sebesar 0,81%. 

Sementara itu, saham big caps yang melemah antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang terkoreksi 1,85% menjadi Rp5.300 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero Tbk. (TLKM) turun 1,06% ke level Rp2.800. 

Hari ini, IHSG diperkirakan mengalami tekanan koreksi setelah gagal bertahan di atas level psikologis 7.250 di tengah derasnya aksi jual bersih investor asing.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa secara teknikal indeks komposit berisiko kembali terkoreksi hari ini. 

Pasalnya, dalam perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,32% yang dibarengi dengan aksi jual asing senilai Rp2,01 triliun, terutama pada saham-saham big caps seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.

“IHSG berpotensi koreksi kembali hari ini setelah gagal break di atas 7.250. Kami memproyeksikan rentang support berada di level 6.900–7.000, sementara resistance di level 7.200–7.250,” ujar Fanny dalam risetnya, Selasa (28/4/2026).

Selain faktor teknikal, pelaku pasar kini dalam mode wait and see menantikan hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC). Sikap hati-hati ini dipicu ketidakpastian negosiasi geopolitik antara AS dan Iran yang kembali memanas.

Meskipun Wall Street ditutup variatif dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi, penguatan tersebut dibatasi oleh eskalasi di Selat Hormuz. 

Fanny menuturkan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini membatalkan pengiriman utusan khusus untuk gencatan senjata, dan memilih jalur komunikasi telepon langsung, yang menambah ketidakpastian pasar global.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.