IHSG naik 0,46% ke 8.660, cek saham net buy terbesar asing di akhir pekan ini

Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG menguat 0,46% atau 40,0 poin ke level 8.660,49 pada penutupan Jumat (12/12/2025). Kenaikan indeks hari ini terutama ditopang oleh penguatan sejumlah sektor utama. Sektor barang baku memimpin dengan lonjakan 5,52%, diikuti sektor energi yang naik 1,23%. Baca Juga: IHSG Terkoreksi…

Telkom kantongi restu spin off aset dan umumkan susunan komisaris-direksi baru

Ifonti.com JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengantongi persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan spin-off aset kepada Infranexia Indonesia dan perubahan jajaran komisaris. Adapun Telkom menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (12/12). Di mana, pemegang saham menyetujui lima mata agenda. Mata agenda pertama, persetujuan pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity Telkom kepada PT…

OJK pede tren IPO hingga rights issue merekah lagi pada 2026

OJK optimis tren IPO dan rights issue akan meningkat pada 2026 didukung ekonomi stabil dan likuiditas membaik, dengan target dana pasar modal melebihi Rp220 triliun.

Waspada jalan IHSG menuju 9.000 dibayangi arah kebijakan moneter The Fed

IHSG berpotensi tembus 9.000 akhir 2025, namun dibayangi kebijakan The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham fundamental kuat.

Prospek Investasi ke Barang Eksotis Masih Lesu, Tren Pemulihan Bergantung Ekonomi

Ifonti.com – JAKARTA. Pasar barang mewah atau segmen eksotis dinilai akan cenderung mengalami stagnasi hingga tertekan, sejalan dengan pelemahan minat kolektor dan kondisi makroekonomi yang belum stabil. Jika mengacu pada riset Bain & Company dengan Altagamma, dinyatakan bahwa pasar barang mewah atau eksotis global tetap stabil di tengah gejolak makroekonomi tahun ini. Pengeluaran konsumen seluruh dunia di berbagai segmen industri barang mewah…

Potensi Ekspor Baja Membesar, Analis Menilai Prospek Emiten Baja Tak Serta Menanjak

Ifonti.com JAKARTA. Emiten-emiten produsen baja masih diliputi tantangan yang cukup pelik. Di satu sisi, ekspor produk besi dan baja secara nasional mengalami pertumbuhan positif, namun di sisi lain pasar domestik juga diserbu produk impor yang tidak bisa dipandang remeh. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut nilai ekspor besi dan baja nasional naik 12,12% year on year (yoy) menjadi US$ 23,58 miliar hingga Oktober 2025. Volume ekspor besi dan…

Meneropong nasib saham paling cuan 2025, sanggup melesat lebih tinggi 2026?

Saham konglomerat seperti DCII, MORA, dan BUMI memimpin IHSG 2025. Meski valuasi premium, prospek 2026 masih dipertanyakan karena gap fundamental.

Bakal gelar RUPSLB pekan depan, tiga saham Himbara ini dalam tren koreksi harga

Ifonti.com JAKARTA. Pekan depan jadi pekan yang sibuk bagi mayoritas bank milik negara atau himbara. Pasalnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Menjelang rencana tersebut, tiga saham bank ini justru dalam tren koreksi harga. Setidaknya, itu terlihat dalam pergerakan harga saham mereka dalam sepekan ini. BMRI…

Dipengaruhi sentimen ini, rupiah menguat ke Rp 16.646 pada Jumat (12/12)

Ifonti.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (12/12/2025). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,18% secara harian ke Rp 16.646 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah menguat 0,01% dari posisi Rp 16.648 per dolar AS pada Jumat (5/12/2025). Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,09% secara harian ke Rp 16.652 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah Jisdor juga…

IHSG dihimpit sentimen The Fed dan pelemahan ekonomi China, ini kata analis

Ifonti.com JAKARTA. Arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada dalam posisi serba tanggung. Pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) seharusnya menjadi kabar baik bagi aset berisiko. Namun, pada saat yang sama, ekonomi China yang terus melambat justru menciptakan tekanan baru bagi pasar saham domestik. Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai kombinasi dua sentimen global tersebut membuat…