Rilis data ekonomi AS tekan Wall Street, investor tunggu sinyal The Fed
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
The Fed memangkas suku bunga untuk menghadapi 2026, menyeimbangkan risiko inflasi dan pasar tenaga kerja, dengan target pertumbuhan ekonomi 2,25% pada 2026.
Sejumlah katalis yang memungkinkan harga emas mencapai level lebih tinggi di sisa 2025, salah satunya ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan The Fed.
Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan Kevin Hassett dan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed, menggantikan Jerome Powell, dengan fokus pada kebijakan suku bunga.
Rupiah menguat ke Rp16.667 per dolar AS setelah The Fed menurunkan suku bunga 25 bps. Penguatan juga dialami mata uang Asia lainnya.
The Fed memangkas suku bunga 0,25% ke level 3,50%-3,75% pada Desember 2025. Keputusan ini menuai perbedaan pandangan di internal dan kritik dari Donald Trump.
Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, menjadi kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Trump ingin sosok yang dekat dengannya dan mendukung pemangkasan suku bunga.
The Fed mempertahankan suku bunga stabil hingga akhir 2025, meski ada perbedaan pandangan soal pemangkasan Desember 2025. Inflasi dan pasar keuangan jadi fokus.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, mendorong pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 karena pelemahan pasar tenaga kerja AS dan tekanan pada konsumen.
The Fed khawatir akan pelemahan pasar tenaga kerja AS, tetapi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember belum pasti.