Intip ramalan nasib rights issue kala pasar saham bergejolak

Rights issue tetap prospektif meski pasar saham fluktuatif, menawarkan fleksibilitas pendanaan tanpa menambah utang. Timing dan fundamental kuat penting bagi keberhasilan.

Bank Nobu (NOBU) umumkan rencana buyback saham maksimal Rp50 miliar

Bank Nobu akan buyback saham hingga Rp50 miliar untuk stabilkan harga dan tingkatkan kepercayaan investor, tanpa pengaruh negatif pada keuangan.

Widodo Makmur Unggas (WMUU) rancang rights issue 6,1 miliar saham baru

PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) berencana rights issue 6,1 miliar saham baru untuk modal kerja dan konversi hak tagih, dengan RUPSLB pada 2 April 2026.

Bangun Kosambi (CBDK) siapkan buyback Rp250 miliar usai saham terkoreksi 30%

Bangun Kosambi Sukses (CBDK) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp250 miliar untuk meredam tekanan jual dan menjaga kepercayaan investor.

Asuransi Digital Bersama (YOII) rancang rights issue 684,93 juta saham baru

PT Asuransi Digital Bersama (YOII) berencana rights issue 684,94 juta saham baru pada 2026 untuk memperkuat modal kerja, menunggu persetujuan RUPSLB.

TBS Energi Utama (TOBA) bakal buyback saham Rp586,27 miliar

TBS Energi Utama (TOBA) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp586,27 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham.

CBRE Rights Issue: Bidik Dana Segar Lewat 48 Miliar Saham

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE) berencana rights issue 48 miliar saham untuk memperkuat modal dan melunasi utang, dengan RUPSLB pada 18 Desember 2025.

SDMU Raih Restu Pemegang Saham untuk Private Placement Rp61,35 Miliar

PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) mendapat persetujuan pemegang saham untuk private placement Rp61,35 miliar guna memperbaiki posisi keuangan.

Pengendali PIK 2 (PANI) Lepas 178 Juta Saham, Kantongi Dana Rp2,5 Triliun

PT Multi Artha Pratama, pengendali PANI, melepas 178,23 juta saham senilai Rp2,5 triliun untuk meningkatkan porsi publik dan likuiditas saham.

SPMA Bagi Dividen Gede! Ekspansi ke Energi Terbarukan?

PT Suparma Tbk (SPMA) akan mengadakan RUPSLB pada 30 Oktober 2025 untuk meminta persetujuan pembagian dividen saham dan ekspansi ke energi terbarukan.