Bursa saham AS koreksi dua sesi beruntun, pasar harapkan gencatan senjata
Bursa saham AS terkoreksi dua hari berturut-turut meski ada harapan dari pembukaan Selat Hormuz. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 turun 0,3%.
Bursa saham AS terkoreksi dua hari berturut-turut meski ada harapan dari pembukaan Selat Hormuz. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 turun 0,3%.
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
Pasar saham negara berkembang tertekan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan MSCI Emerging Markets turun lebih dari 10% dan mata uang melemah.
Gencatan senjata Timur Tengah hanya berdampak sesaat pada pasar saham, kini ketegangan AS-China memicu kenaikan harga emas dan risiko arus keluar dana asing.