BI ungkap likuiditas perbankan RI melimpah, permintaan masyarakat penyebab credit gap
Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.
Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.
BI mencatat pemanfaatan KLM baru 4,83% dari DPK dan masih ada ruang 0,7% untuk menekan bunga kredit.
Menteri Keuangan Purbaya menyalahkan ketidaksinkronan kebijakan antara BI dan perbankan atas stagnasi pertumbuhan kredit di 7%. Meski dana Rp200 triliun ditempatkan, penyaluran kredit tetap lambat.
Menteri Keuangan Purbaya mengakui injeksi Rp200 triliun ke perbankan belum optimal karena ketidaksinkronan dengan BI, tetapi kini menurutnya koordinasi membaik.
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia stagnan di 7% meski ada dana pemerintah di BI. Purbaya menyalahkan bank yang cari aman, bukan lemahnya permintaan.
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan kredit 2025 dapat mencapai target minimal 8%, didukung kinerja kredit investasi dan koordinasi kebijakan
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, IHSG terkoreksi 0,11% ke 8.677. Meski bullish, momentum IHSG melambat dengan proyeksi konsolidasi jangka pendek.
Permintaan kredit masih rendah meski BI Rate turun, pengusaha wait and see. Suku bunga tinggi dan pemanfaatan dana internal jadi alasan utama.