Performa solid, Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
BEI menghentikan perdagangan saham HSBC Sekuritas mulai 15 Januari 2026 atas permintaan perusahaan, hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Dividen interim RAJA akan dibagikan pada 28 Januari 2026, dengan cum date 12 Januari. Total dividen Rp105,67 miliar, Rp25 per saham.
Sinarmas Sekuritas menurunkan rating saham PTBA dari add atau setara beli menjadi netral meski saham ini ramai diakumulasi investor asing.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,32% ke 565,01 pada 8 Januari 2026, didorong saham ADRO, HEAL, dan BRPT. Sebanyak 20 saham naik, 6 turun, dan 1 stagnan.
Harga nikel naik, ANTM dan INCO jadi favorit di BEI. Kenaikan didorong disiplin RKAB dan normalisasi persediaan. ANTM dan INCO unggul berkat biaya rendah.
BEI meminta klarifikasi dari Bank Capital terkait pelepasan saham BACA oleh Bank of Singapore dalam waktu kurang dari sebulan setelah pembelian melalui skema repo.
Andhesti Tungkas Pratama menjual 400 juta saham DEWA senilai Rp232,4 miliar pada 31 Desember 2025 untuk divestasi, mengurangi kepemilikan dari 9,35% menjadi 8,37%.
CIMB Niaga buyback 168.000 saham senilai Rp357,24 juta pada 5 April 2024, dengan harga rata-rata Rp2.120 per saham, dan mengalihkan sebagian untuk program MRT.
IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.