Purbaya-Perry sepakat: BI borong SBN di pasar sekunder, debt switch 2026 Rp173,4 triliun

Bank Indonesia dan Kemenkeu sepakat melanjutkan debt switching SBN senilai Rp174 triliun tahun ini, tanpa istilah burden sharing, untuk mendukung kebijakan fiskal dan moneter.

BI lanjutkan kebijakan akomodatif, borong SBN hingga geber ekspansi likuiditas

Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Kebijakan akomodatif berlanjut, BI borong SBN hingga geber ekspansi likuiditas

Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Janji fiskal dan moneter dari Thomas Djiwandono setelah terpilih sebagai deputi gubernur BI

Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, berjanji sinergi moneter-fiskal untuk dorong ekonomi, didukung semua fraksi DPR.

BI Serap SBN Rp289,9 Triliun: Debt Switching Dominasi, Apa Artinya?

Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.

Lelang BI-FRN Sepi Peminat? Ekonom Ungkap Penyebab Minat Tinggi Tak Terserap

Lelang perdana BI-FRN menarik penawaran Rp2,82 triliun, namun BI hanya menyerap Rp767 miliar. Ini mencerminkan minat tinggi dan selektivitas BI dalam harga.

Repo Obligasi Korporasi Dibuka: Ekonomi RI Bakal Terbang?

Bank Indonesia membuka akses repo obligasi korporasi untuk memperkuat likuiditas pasar dan mendukung pembiayaan sektor riil, meski ada risiko gagal bayar.

Apa Itu BI-FRN? Instrumen Baru Bank Indonesia untuk Reformasi Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia akan menerbitkan BI-FRN pada 17 November 2025 untuk mengembangkan pasar OIS, memperkuat reformasi suku bunga domestik, dan meningkatkan efisiensi pasar keuangan.

BI Pangkas SRBI Jadi Rp720 Triliun: Likuiditas Pasar Terdongkrak

Bank Indonesia mengurangi SRBI menjadi Rp720,01 triliun untuk meningkatkan likuiditas pasar hingga Agustus 2025, sambil menurunkan BI Rate menjadi 5% untuk memperkuat transmisi suku bunga.