Dolar AS Bangkit, Pasar Tunggu Dampak Shutdown dan Keputusan The Fed
Dolar AS menguat saat pasar menanti dampak shutdown pemerintah AS dan keputusan suku bunga The Fed.
Dolar AS menguat saat pasar menanti dampak shutdown pemerintah AS dan keputusan suku bunga The Fed.
Stephen Miran, sekutu Trump di The Fed, desak pemangkasan suku bunga lebih tajam untuk cegah keruntuhan pasar tenaga kerja, meski ada kekhawatiran inflasi.
Investor asing tercatat menarik dana Rp8,12 triliun pada 15—18 September 2025.
BI memangkas suku bunga acuan ke 4,75%, mempengaruhi kupon ORI028 yang diprediksi turun ke 5,5-5,7%.
The Fed memangkas suku bunga 250 bps, S&P 500 naik tipis, Nasdaq turun. Kebijakan ini merespons pasar tenaga kerja lemah, dengan proyeksi pemangkasan lebih lanjut.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan tidak ada dukungan untuk pemangkasan suku bunga 0,5%, memilih penurunan moderat 0,25% untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dolar AS melemah setelah The Fed memangkas suku bunga 0,25%, sementara euro dan yen menguat. Pemangkasan ini bertujuan menjaga pasar tenaga kerja di tengah perlambatan ekonomi.
Wall Street melemah jelang pengumuman The Fed soal suku bunga. Dow Jones turun 0,27%, S&P 500 turun 0,13%, dan Nasdaq turun 0,07% pada 16/9/2025.
Dolar AS jatuh ke level terendah 4 tahun terhadap euro menjelang keputusan Fed, dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga 25 basis poin.
Dolar AS stabil menjelang keputusan suku bunga The Fed, dengan fokus pasar pada kemungkinan pemangkasan 25 bps. Perundingan AS-China juga menjadi sorotan.