Menakar Daya Tarik Saham BUMN 2026 di Tengah Reformasi Danantara
Reformasi Danantara dan stimulus fiskal diproyeksikan mendorong pertumbuhan saham BUMN pada 2026, dengan fokus pada sektor perbankan dan infrastruktur.
Reformasi Danantara dan stimulus fiskal diproyeksikan mendorong pertumbuhan saham BUMN pada 2026, dengan fokus pada sektor perbankan dan infrastruktur.
BRI Danareksa rekomendasikan saham BUMN 2026: BMRI, JSMR, TLKM, didukung reformasi tata kelola dan kepercayaan investor. Target harga: BMRI Rp5.500, JSMR Rp4.750, TLKM Rp4.000.
Prospek yield dividen BUMN meningkat, Danantara Indonesia targetkan penerimaan Rp140 triliun pada 2025, didukung valuasi saham murah dan sektor perbankan.
Danantara Indonesia berencana membawa BUMN dan anak usaha IPO di BEI pada 2025, dengan investasi US$10 miliar untuk mengembangkan pasar modal domestik.
Danantara Indonesia berencana meningkatkan likuiditas saham di BEI dengan investasi US$10 miliar, fokus pada proyek strategis dalam negeri dan pasar saham.
DPR RI sahkan RUU BUMN, indeks saham BUMN turun 0,26%. RUU ubah 84 pasal, hapus Kementerian BUMN, atur dividen, dan kesetaraan gender.
Saham BUMN seperti TLKM dan TINS menguat jelang pengesahan RUU BUMN oleh DPR, yang diharapkan memperkuat tata kelola dan memberi sentimen positif.
Pemerintah dan DPR menyepakati revisi UU BUMN, memicu reaksi variatif saham BUMN. Investor menimbang peluang dan risiko dari perubahan ini.
Sejumlah saham BUMN naik menjelang Nota Keuangan RAPBN 2026 perdana Presiden Prabowo Subianto. IDX BUMN20 naik 5,29% didukung TLKM, BBRI, dan BMRI.
Adhi Karya (ADHI) membagikan 4,78 juta saham sebagai tantiem kepada direksi dan komisaris, dengan nilai transaksi Rp11,43 miliar.