Saham emiten grup Astra ASII, UNTR, AALI rebound sesi I perdagangan Kamis (22/1)
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Astra International (ASII) akan melakukan buyback saham senilai Rp2 triliun untuk meningkatkan nilai pemegang saham, menggunakan dana internal tanpa dampak negatif pada kinerja keuangan. Aksi ini berlangsung 19 Januari-25 Februari 2026.
OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham FILM, BUMI, dan AMRT menjadi top leaders, dengan FILM naik 32,20% menyumbang 23,49 poin.
Saham Astra (ASII) diprediksi tembus level Rp8.100 usai melesat sepanjang tahun ini, didukung oleh free cash flow yang kuat dan prospek otomotif yang positif.
PT Saka Industrial Arjaya, entitas Astra, menggelar tender wajib saham MMLP dengan harga Rp580,60 per lembar, berlangsung 25 Nov 2025-24 Des 2025.
Astra International (ASII) akan membagikan dividen interim Rp98 per saham pada 31 Oktober 2025. Cum dividen di pasar reguler pada 13 Oktober 2025.
Astra (ASII) rutin membagikan dividen interim kepada pemegang sahamnya. ASII pun telah membagikan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp3,96 triliun.
BBRI, ASII, dan BBNI menopang IHSG meski turun 0,17% pekan ini. Sentimen positif dari dana pemerintah Rp200 triliun dorong saham bank BUMN.
Saham Grup Astra naik, didorong strategi baru untuk tingkatkan imbal hasil. JP Morgan proyeksikan dividen ASII naik, target harga Rp6.250.