Astra International (ASII) berencana buyback saham Rp2 triliun
Astra International (ASII) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana Rp2 triliun.
Astra International (ASII) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana Rp2 triliun.
Empat direksi Astra International membeli saham ASII senilai Rp21,44 miliar untuk investasi, meningkatkan kepemilikan mereka di perusahaan otomotif tersebut.
Astra International (ASII) mengusulkan dividen final 2025 sebesar Rp292 per saham, turun dari tahun sebelumnya. Laba bersih 2025 turun 3,34% YoY.
PT Astra International Tbk. (ASII) telah melakukan buyback saham senilai Rp684,97 miliar, menyerap 104.850.800 lembar saham dari alokasi maksimal Rp2 triliun.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Astra International (ASII) akan melakukan buyback saham senilai Rp2 triliun untuk meningkatkan nilai pemegang saham, menggunakan dana internal tanpa dampak negatif pada kinerja keuangan. Aksi ini berlangsung 19 Januari-25 Februari 2026.
OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham FILM, BUMI, dan AMRT menjadi top leaders, dengan FILM naik 32,20% menyumbang 23,49 poin.
Saham Astra (ASII) diprediksi tembus level Rp8.100 usai melesat sepanjang tahun ini, didukung oleh free cash flow yang kuat dan prospek otomotif yang positif.
PT Saka Industrial Arjaya, entitas Astra, menggelar tender wajib saham MMLP dengan harga Rp580,60 per lembar, berlangsung 25 Nov 2025-24 Des 2025.