RDG Bank Indonesia Mei 2026: Akankah BI rate dikerek demi pulihkan rupiah?
Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5% pada RDG Mei 2026 untuk menstabilkan rupiah yang tertekan, meski inflasi terkendali.
Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5% pada RDG Mei 2026 untuk menstabilkan rupiah yang tertekan, meski inflasi terkendali.
BI NTB dan TNI AL meluncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, menyiapkan Rp8,4 miliar untuk penukaran di 5 pulau terluar NTB, guna memastikan ketersediaan Rupiah.
Cadangan devisa Indonesia April 2026 mencapai US$146,2 miliar, cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Di hadapan Komisi XI DPR RI, Gubernur BI Perry Warjiyo mengeklaim rupiah dalam kondisi stabil. Menurutnya, fokus utama bank sentral adalah menjaga stabilitas pergerakan rupiah, bukan mempertahankan level kurs tertentu.
Bank Indonesia diproyeksikan menaikkan BI Rate pada Mei 2026 untuk mengatasi pelemahan rupiah dan tekanan eksternal. Ekonom memprediksi kenaikan 25-50 bps.
Anggota DPR Primus Yustisio menyarankan Gubernur BI Perry Warjiyo mundur akibat depresiasi rupiah yang melemah hingga Rp17.600 per dolar AS.
Bank Indonesia intervensi pasar valas dengan cadangan devisa dan SRBI untuk stabilkan rupiah. Ekonom sarankan keseimbangan intervensi dan konservasi cadev.
Rupiah melemah ke Rp17.575 per dolar AS pada Mei 2026 akibat ketegangan geopolitik dan harga minyak, sehingga analis memprediksi peluang BI Rate naik.
BI dan Polri musnahkan 466.535 lembar uang palsu setelah 5 tahun penyelidikan, melibatkan berbagai instansi. Tren uang palsu menurun, BI terus bersinergi.
Bank Indonesia luncurkan GPIPS di Sidoarjo untuk tekan inflasi pangan 2026. Fokus pada strategi 4K: harga, pasokan, distribusi, dan komunikasi.