Sinyal dividen jumbo bluechips, mampukah jadi magnet investor asing?
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
BRI cairkan dividen interim Rp20,6 triliun, saham BBRI naik 1,88% ke Rp3.790. Dividen Rp137/saham, Rp11 triliun ke negara, sisanya ke publik.
Bank Mandiri (BMRI) membagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026.
Enam emiten, termasuk BMRI, ADRO hingga BSSR, akan membayar dividen interim pada 14-15 Januari 2026, dengan total nilai dividen mencapai triliunan rupiah.
Danantara dan INA akan menerima dividen interim dari BRI dan BMRI senilai total Rp15,89 triliun pada Januari 2026, dengan pembayaran dimulai pertengahan bulan.
Dividen interim RAJA akan dibagikan pada 28 Januari 2026, dengan cum date 12 Januari. Total dividen Rp105,67 miliar, Rp25 per saham.
Dividen interim BRI (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) akan masuk ke rekening pemegang saham pekan depan.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menetapkan cum dividen interim sebesar Rp1,34 per saham untuk tahun buku 2025 pada hari ini, Jumat (9/1/2026).
Bank Mandiri (BMRI) membagikan dividen interim sebesar Rp100 per saham atau setara Rp9,3 triliun, dengan masa cum dividen di pasar reguler jatuh pada 5 Januari 2026.