IPO 2026: BEI estimasi 50 emiten pada RNTH capai Rp15 triliun
BEI targetkan 50 emiten baru IPO pada 2026, dengan RNTH capai Rp15 triliun, guna dorong pasar modal Indonesia masuk top 10 dunia pada 2030.
BEI targetkan 50 emiten baru IPO pada 2026, dengan RNTH capai Rp15 triliun, guna dorong pasar modal Indonesia masuk top 10 dunia pada 2030.
Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir 2025, sementara sektor finansial mendominasi. BEI mencatat 26 perusahaan baru dengan total dana Rp18,11 triliun.
IPO Superbank oversubscribed 318,69 kali dengan 1 juta order, menandakan kepercayaan investor tinggi terhadap prospek bank digital ini.
OJK optimis 2026 jadi tahun ramai IPO dan rights issue dengan target 555 efek baru, didukung ekonomi stabil dan minat investor yang meningkat.
OJK optimis tren IPO dan rights issue akan meningkat pada 2026 didukung ekonomi stabil dan likuiditas membaik, dengan target dana pasar modal melebihi Rp220 triliun.
IHSG berpotensi tembus 9.000 akhir 2025, namun dibayangi kebijakan The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham fundamental kuat.
Mandiri Sekuritas optimis IHSG capai 9.000, didorong investor ritel dan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, ritel, serta pertambangan.
Investor asing Ifonti.com buy atau aksi beli bersih sebesar Rp1 triliun selama sepekan.
BEI dan OJK mengkaji peningkatan free float saham dari 7,5% menjadi 10% untuk memperdalam pasar. Kenaikan ini butuh dana Rp21 triliun, sementara 15% butuh Rp203 triliun.
Danantara berencana berinvestasi di saham dan SBN dengan kriteria ketat, menghindari saham gorengan, dan fokus pada obligasi pemerintah yang likuid.