Superbank (SUPA) salurkan kredit dari dana IPO Rp1,29 triliun
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyalurkan Rp1,29 triliun dari dana IPO untuk kredit hingga akhir 2025, menyisakan Rp1,44 triliun untuk belanja modal.
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyalurkan Rp1,29 triliun dari dana IPO untuk kredit hingga akhir 2025, menyisakan Rp1,44 triliun untuk belanja modal.
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia stagnan di 7% meski ada dana pemerintah di BI. Purbaya menyalahkan bank yang cari aman, bukan lemahnya permintaan.
Transmisi pelonggaran BI ke kredit tertahan karena lemahnya permintaan dan risiko tinggi. Bank tetap hati-hati, meski BI sudah menurunkan suku bunga.
Bank Indonesia akan melonggarkan kebijakan likuiditas makroprudensial pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan, dengan dukungan fiskal dari Menkeu Purbaya.
Ekonom menilai penurunan BI Rate masih mungkin pada Desember 2025, meski ruang pelonggaran terbatas.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.
Bank Indonesia akan menerapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) baru mulai 1 Desember 2025 untuk meningkatkan likuiditas bank.
Bank Indonesia melaporkan uang beredar di Indonesia mencapai Rp9.771,3 triliun pada September 2025, tumbuh 8% YoY, didorong oleh peningkatan M1 dan uang kuasi.
Saham bank seperti BMRI & BBNI berpotensi rebound di era suku bunga rendah, didukung peningkatan likuiditas dan ekspektasi penyaluran kredit yang lebih tinggi.
Permintaan kredit masih rendah meski BI Rate turun, pengusaha wait and see. Suku bunga tinggi dan pemanfaatan dana internal jadi alasan utama.