Ruang fiskal sempit, BI jadi harapan dorong pertumbuhan ekonomi 2026
Ruang fiskal Indonesia menyempit akibat defisit APBN 2025, mendorong peran Bank Indonesia dalam menstimulasi ekonomi melalui kebijakan moneter yang lebih longgar.
Ruang fiskal Indonesia menyempit akibat defisit APBN 2025, mendorong peran Bank Indonesia dalam menstimulasi ekonomi melalui kebijakan moneter yang lebih longgar.
HSBC memprediksi Bank Indonesia akan memangkas suku bunga tiga kali pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan total penurunan 75 bps.
IHSG diprediksi bullish usai tembus 9.000, didorong modal asing dan reli komoditas.
Awal Januari 2026, investor asing jual neto Rp1,38 triliun di SBN, meski total modal asing masuk Rp1,44 triliun.
Ekspansi fiskal 2025 dinilai menekan kebijakan moneter BI, memicu ketegangan dengan Menkeu Purbaya. BI harus menjaga stabilitas meski fiskal ‘reckless’.
Permintaan reksa dana pendapatan tetap naik 66,93% di 2025 karena pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, menarik minat investor dari obligasi.
Menteri Keuangan Purbaya menyalahkan ketidaksinkronan kebijakan antara BI dan perbankan atas stagnasi pertumbuhan kredit di 7%. Meski dana Rp200 triliun ditempatkan, penyaluran kredit tetap lambat.
Menteri Keuangan Purbaya mengakui injeksi Rp200 triliun ke perbankan belum optimal karena ketidaksinkronan dengan BI, tetapi kini menurutnya koordinasi membaik.
Menkeu Purbaya optimis IHSG tembus 10.000 pada 2026 dengan kebijakan ekonomi sinkron dan pertumbuhan ekonomi 6%.
Bank Indonesia akan mengganti JIBOR dengan Indonia mulai 1 Januari 2026 untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar uang, sejalan dengan standar global.