Saham emiten grup Astra ASII, UNTR, AALI rebound sesi I perdagangan Kamis (22/1)
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Saham peritel Indonesia seperti AMRT, ACES, dan MAPI diproyeksikan pulih pada 2026 setelah penurunan pada 2025, didukung peningkatan daya beli dan ekspansi toko.
IHSG mencapai rekor ATH 8.602, mendekati target Menkeu Purbaya 9.000. Lonjakan didorong saham-saham besar dan optimisme ekonomi. Proyeksi IHSG 30.000-35.000 pada 2030.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.602,13 pada 26/11/2025, dengan saham Happy Hapsoro melonjak. Transaksi mencapai Rp26,65 triliun, dipengaruhi sentimen ekonomi AS.
Emiten peritel seperti MDIY, ACES, dan ERAA memanfaatkan momentum belanja akhir tahun untuk meningkatkan penjualan dengan strategi diskon dan promosi. Meskipun daya beli masyarakat lemah, momen Natal dan Tahun Baru diharapkan mendongkrak kinerja mereka.
Direktur Indosat, Irsyad Sahroni membeli 1,04 juta saham ISAT dengan nilai transaksi sekitar Rp1,99 miliar untuk investasi jangka panjang.
Indeks Bisnis-27 ditutup turun 0,37% ke 513,48, meski saham AMRT, BRPT, dan CTRA menguat. IHSG naik 0,27% ke 8.139, berlawanan dengan tren Indeks Bisnis-27.
FTSE Russell memasukkan saham DSSA, ULTJ, dan CNMA ke indeks baru, namun performa saham ini lesu meski sebelumnya sempat menguat. IHSG diprediksi bervariasi.
UOB Kay Hian Sekuritas menetapkan delapan saham unggulan untuk September 2025, termasuk BBCA, BBNI, ASSA, ARCI, BRMS, MTEL, HRUM, dan NCKL.
Saham lapis kedua seperti ELSA dan SIDO berpotensi cuan jelang akhir tahun, didorong permintaan dan dividen menarik. IHSG menguat signifikan.