Direksi borong saham AYAM, melesat 204% pada 2025
Direktur PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) membeli 35,26 juta saham AYAM, meningkatkan kepemilikan menjadi 1,68%.
Direktur PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) membeli 35,26 juta saham AYAM, meningkatkan kepemilikan menjadi 1,68%.
Kontribusi investor ritel di BEI naik jadi 50% pada 2025. OJK fokus pada perlindungan dan edukasi untuk mencegah manipulasi pasar dan mendorong investasi berkelanjutan.
Erwin Ciputra, Direktur Utama Chandra Asri Pacific (TPIA), membeli 200.000 saham TPIA senilai Rp1,44 miliar untuk investasi langsung.
PT Morris Capital Indonesia (MCI) membeli 2 juta saham PIPA, meningkatkan kepemilikan menjadi 49,92% untuk memperkuat posisi sebagai pemegang saham pengendali.
Investor asing aktif di saham bank besar pada 10-14 Nov 2025. BBCA Ifonti.com sell Rp224,1 miliar, sementara BMRI Ifonti.com buy Rp431,2 miliar.
Direktur Indosat, Irsyad Sahroni membeli 1,04 juta saham ISAT dengan nilai transaksi sekitar Rp1,99 miliar untuk investasi jangka panjang.
Komisaris MCOL, Diah Asriningpuri, membeli 1,08 juta saham MCOL senilai Rp4,13 miliar untuk investasi, meningkatkan kepemilikannya menjadi 3,98 juta saham.
Chengdong Investment Corporation menjual 81,50 juta saham BUMI, menurunkan kepemilikannya menjadi 8,86%. Penjualan ini bukan bagian dari repurchase agreement.
Happy Hapsoro menjual 709,82 juta saham BUVA senilai Rp578 miliar pada 15 Oktober 2025 untuk realisasi keuntungan dan penyelarasan portofolio.
Bursa Efek Indonesia berupaya mengurangi saham ‘gorengan’ dengan meningkatkan aturan bagi calon perusahaan tercatat untuk melindungi investor.