Pelemahan rupiah bakal bebani kinerja emiten konsumer, ini rekomendasi analis

Ifonti.com JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek kinerja emiten di sektor konsumer. Tekanan kurs dinilai berpotensi meningkatkan beban biaya, terutama bagi perusahaan yang masih bergantung pada bahan baku impor. Pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026), rupiah berada di level Rp 16.963 per dolar AS. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI)…

BI catat kredit nganggur di bank masih tinggi, tembus Rp2.439 triliun

Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) melaporkan kredit perbankan yang belum dicairkan (undisbursed loan) masih cukup besar pada Desember 2025 yang mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22,12 persen dari plafon kredit tersedia. Angka tersebut mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2.509,4 triliun atau 23,18 per…

Cermati rekomendasi saham teknikal TLKM, ASRI, INKP untuk Kamis (22/1)

Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 124,37 poin atau 1,36% ke 9.010,33 pada akhir perdagangan Rabu (21/1/2026). Sebanyak 179 saham naik, 546 saham turun dan 77 saham stagnan. Hanya dua indeks sektoral yang selamat ke zona hijau. Sedangkan sembilan indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral yang menguat adalah sektor barang konsumen non siklikal yang naik 0,58% dan sektor barang baku yang naik…

Tender wajib Sumber Mas Konstruksi (SMKM) tidak diminati pemegang saham

Ifonti.com JAKARTA. PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) melaporkan terkait hasil penawaran tender wajib alias mandatory tender offer (MTO) pasca diakuisisi oleh Lim Ifonti.com Pte Ltd. Lim Ifonti.com melakukan tender wajib sebanyak-banyaknya 689,41 juta saham atau 55,02% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Harga pelaksanaan tender wajib SMKM dipatok senilai Rp 93 per saham. Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan…

BI tahan suku bunga acuan 4,75%, begini prospek kinerja emiten properti tahun 2026

Ifonti.com JAKARTA. Emiten properti diperkirakan masih mendapatkan katalis dari era suku bunga rendah Bank Indonesia (BI), meskipun belum secara signifikan. Asal tahu saja, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga di level 4,75% di Rapat Dewan Gubernur (RDG) perdana di tahun 2026 pada hari Rabu (21/1/2026). Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand melihat, penahanan suku bunga BI di level 4,75% memberikan…

BI catat transaksi digital tumbuh 39,21% di kuartal IV/2025

Transaksi pembayaran digital di Indonesia naik 39,21%, didukung oleh infrastruktur pembayaran yang andal dan aman.

BI proyeksi pertumbuhan ekonomi Q4 2025 dan Q1 2026 bakal positif

Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 akan tetap tumbuh positif. Bahkan, kinerjanya diperkirakan lebih baik dibandingkan kuartal II dan III 2025. “Proyeksi kami untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 menunjukkan angka-angka yang cukup baik dan akan lebih t…

Dekati jadwal pengumuman lelang tender PSEL Danantara, saham ini ikut melonjak

Ifonti.com JAKARTA. Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) milik Danantara kian mendekati jadwal. Jika tidak ada aral melintang, groundbreaking akan dilakukan pada Maret–April 2026. Adapun telah terpilih 24 perusahaan yang dinyatakan lulus kualifikasi untuk mengikuti tender. Pada Januari 2026, para peserta tender melakukan penyerapan proposal. Kemudian dilanjutkan dengan proses evaluasi mendalam pada Januari hingga Feburari…

IHSG berpotensi lanjut terkoreksi pada hari Kamis (22/1), cek rekomendasi sahamnya

Ifonti.com – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada perdagangan Rabu (21/1/2026) seiring aksi ambil untung dan memburuknya sentimen kebijakan domestik. IHSG turun 1,36% ke level 9.010,33 setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai, pelemahan IHSG dipicu oleh aksi profit taking yang diperkuat sentimen negatif dari keputusan Presiden Prabowo…