Daftar Arah Bauran Kebijakan BI 2026, Ada DHE SDA Meski Dievaluasi Prabowo
Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga, memperkuat kebijakan makroprudensial, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, dan mendalami pasar uang pada 2026.
Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga, memperkuat kebijakan makroprudensial, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, dan mendalami pasar uang pada 2026.
Modal asing senilai Rp2,29 triliun kembali masuk ke pasar RI pada pekan ketiga November 2025, dengan pembelian neto di saham dan SBN.
Bank Indonesia memprediksi ekonomi Sumbar tumbuh pada kuartal IV-2025 berkat libur Nataru, dengan sektor pariwisata, UMKM, dan transportasi sebagai pendorong utama.
Bank Indonesia semakin terlibat dalam pembiayaan APBN 2025, menyerap Rp289,9 triliun surat utang pemerintah, memicu kekhawatiran tentang independensinya.
BI mempertahankan suku bunga 4,75% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apindo pun memberikan tanggapan.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah, ekonom memberikan pandangan soal pemangkasan bunga ke depan.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% pada November 2025 untuk mengantisipasi ketidakpastian global, meski ruang pelonggaran tetap terbuka.
Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.
Lelang perdana BI-FRN menarik penawaran Rp2,82 triliun, namun BI hanya menyerap Rp767 miliar. Ini mencerminkan minat tinggi dan selektivitas BI dalam harga.