January effect berisiko terbatas, dampak profit taking intai IHSG
January Effect 2026 berpotensi terbatas akibat risiko global dan domestik, meski peluang penguatan IHSG ada.
January Effect 2026 berpotensi terbatas akibat risiko global dan domestik, meski peluang penguatan IHSG ada.
IPO di Indonesia diprediksi lebih semarak pada 2026 meski volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas emiten dan kondisi pasar global jadi kunci.
Bank Indonesia dan Bank Sentral Thailand menghadapi 2026 dengan kebijakan moneter berbeda; Thailand memangkas suku bunga untuk melemahkan baht, sementara Indonesia menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% pada November 2025 untuk mengantisipasi ketidakpastian global, meski ruang pelonggaran tetap terbuka.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti penilaian IMF tentang ketahanan ekonomi global di KTT APEC 2025, menekankan pentingnya kerja sama ekonomi inklusif dan multilateral.
IMF menilai keputusan negara-negara untuk tidak membalas tarif Trump menjaga ekonomi global tetap stabil, meski ancaman perang dagang AS-China masih ada.
Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Washington dibayangi ketegangan baru perang dagang AS-China, memicu ketidakpastian pasar dan ancaman tarif impor.
Saham Grup Barito Pacific mendongkrak IHSG naik 2,94% di September 2025, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.890 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
IMF melaporkan perlambatan ekonomi global dengan inflasi bervariasi akibat tarif dan lemahnya ekspor, menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.
Presiden ECB Christine Lagarde memperingatkan bahwa hilangnya independensi The Fed di bawah tekanan Trump dapat mengancam ekonomi global.