Saham undervalued di tengah tekanan IHSG, ini daftarnya
Saham undervalued muncul di tengah tekanan IHSG akibat sentimen global dan konflik Timur Tengah. Investor disarankan akumulasi saham berprospek positif.
Saham undervalued muncul di tengah tekanan IHSG akibat sentimen global dan konflik Timur Tengah. Investor disarankan akumulasi saham berprospek positif.
Saham konglomerasi seperti BREN dan BNBR memimpin penguatan IHSG pekan ini, naik 175,50 poin, dengan BREN berkontribusi terbesar sebesar 30,44 poin.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,94% ke 492,72, namun saham MEDC, DSNG, dan PTBA menguat. Sentimen global terkait AS-Iran mempengaruhi pasar.
Green Era Energy milik Prajogo Pangestu menjual saham BREN senilai Rp827,85 miliar untuk meningkatkan likuiditas pasar pada Oktober 2025.
Green Era Energy milik Prajogo Pangestu menjual 481,22 juta saham BREN senilai Rp4,16 triliun untuk meningkatkan likuiditas dan free float di bursa.
Saham Grup Barito Pacific mendongkrak IHSG naik 2,94% di September 2025, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.890 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,19% ke 532,57 didorong saham BRPT, SCMA, BRIS, dan BBRI.
Perusahaan afiliasi Prajogo Pangestu, Green Era Energy, menjual saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) untuk menambah free float di pasar.