Terang benderang deretan nama pemegang saham emiten di atas 1%
KSEI kini mempublikasikan data pemegang saham emiten di atas 1%, meningkatkan transparansi pasar modal. Data ini mencakup investor besar seperti Lo Kheng Hong.
KSEI kini mempublikasikan data pemegang saham emiten di atas 1%, meningkatkan transparansi pasar modal. Data ini mencakup investor besar seperti Lo Kheng Hong.
PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) berencana rights issue 6,1 miliar saham baru untuk modal kerja dan konversi hak tagih, dengan RUPSLB pada 2 April 2026.
BEI akan membuka data saham dengan kepemilikan terkonsentrasi untuk meningkatkan transparansi pasar, mulai akhir Februari atau awal Maret 2026.
Direktur Utama PT Esta Indonesia Tbk. (NEST), Hoo Anton Siswanto, membeli 19,7 juta saham senilai Rp8,08 miliar.
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank of Singapore membeli 2,8 miliar saham Bank Capital (BACA) melalui skema repo, tanpa mengambil alih kendali, dengan harga Rp168 per saham.
BRI dan Bank Mandiri akan membagikan dividen interim triliunan rupiah untuk tahun buku 2025. BRI membagikan Rp137 per saham, sementara Mandiri Rp100 per saham.
Warner Bros. meminta pemegang saham menolak tawaran Paramount dan mendukung merger dengan Netflix, menilai tawaran Netflix lebih unggul dan aman.
Arsari Group mengelola bisnis dari tambang hingga energi terbarukan, dan kini merambah telekomunikasi serta teknologi lewat PT Arsari Sentra Data.
Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo resmi jadi pemegang saham Indokripto (COIN), mendukung transformasi digital dan tata kelola aset kripto di Indonesia.