Saham BBCA tertekan sentimen makro, intip kondisi fundamentalnya
Saham BBCA tertekan sentimen makro meski fundamental solid. Arus keluar dana asing dipicu ketidakpastian geopolitik, tetapi prospek pertumbuhan tetap positif.
Saham BBCA tertekan sentimen makro meski fundamental solid. Arus keluar dana asing dipicu ketidakpastian geopolitik, tetapi prospek pertumbuhan tetap positif.
Investor Lo Kheng Hong fokus pada saham berdividen tinggi dan bank besar di 2026, memanfaatkan penurunan suku bunga untuk ekspansi portofolio.
Bank besar di Indonesia diprediksi tetap membagikan dividen tinggi pada 2025 meski di tengah tantangan kinerja.
IHSG diproyeksi tertekan akibat demo di Jakarta, tetapi saham big caps seperti BBNI, BBCA, BMRI, dan BBRI tetap direkomendasikan oleh analis.
Saham bank jumbo anjlok, BBCA turun 2,30% akibat isu pengambilalihan dan reputasi, meski fundamental tetap solid. Koreksi ini dinilai jangka pendek.