Risalah FOMC The Fed: Ketidakpastian geopolitik geser arah kebijakan moneter AS
Risalah FOMC The Fed menunjukkan ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik Timur Tengah, mempengaruhi kebijakan moneter AS dengan risiko inflasi dan ekonomi.
Risalah FOMC The Fed menunjukkan ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik Timur Tengah, mempengaruhi kebijakan moneter AS dengan risiko inflasi dan ekonomi.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
IHSG diprediksi menguat terbatas di tengah tekanan global. BNI Sekuritas merekomendasikan saham INCO, ENRG, BIPI, RATU, RAJA, dan BULL.
IHSG diprediksi rebound setelah menyentuh titik bottom, menawarkan peluang bagi investor untuk menambah koleksi saham berkualitas dengan harga murah.
IHSG melemah awal pekan ini karena harga minyak tinggi dan sentimen global, namun ada peluang rebound jika bertahan di atas level support kunci.
Bursa saham AS terkoreksi dua hari berturut-turut meski ada harapan dari pembukaan Selat Hormuz. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 turun 0,3%.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75% pada Maret 2026, meski ada ketidakpastian ekonomi akibat konflik Timur Tengah dan inflasi tinggi.
IHSG diprediksi turun ke 6.500 pekan depan akibat harga minyak tinggi dan defisit APBN. Pelaku pasar harus waspada jika level 7.000 ditembus.
IHSG tertekan 15,14% YtD akibat ketegangan AS-Iran dan harga minyak tinggi. Peluang rebound ada, namun terbatas. Analis sarankan strategi defensif.
Perang Iran vs AS-Israel memicu lonjakan harga minyak di atas $100/barel dan pasar saham global anjlok. Konflik ini dapat mengganggu pasokan minyak.