Saham emiten migas RATU & ENRG cs ditutup variatif usai tersengat konflik AS-Venezuela
Saham migas bervariasi usai konflik AS-Venezuela; investor disarankan fokus pada emiten dengan kinerja keuangan baik untuk peluang jangka pendek.
Saham migas bervariasi usai konflik AS-Venezuela; investor disarankan fokus pada emiten dengan kinerja keuangan baik untuk peluang jangka pendek.
Harga minyak naik akibat ketegangan AS-Venezuela, mempengaruhi saham ENRG. Analis merekomendasikan beli dengan target harga Rp1.906.
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
Harga minyak global naik akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik di Venezuela dan Ukraina, memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
Wall Street menguat didorong harapan kebijakan dovish The Fed. Dow Jones naik 0,96%, S&P 500 naik 0,40%, Nasdaq naik 0,25%. Data ekonomi mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Harga minyak global naik didorong sanksi Rusia dan manuver Trump soal Ketua The Fed, memicu kenaikan harga Brent dan WTI di tengah ketidakpastian pasar.
Saham emiten afiliasi politisi seperti WIFI dan RAJA menunjukkan penguatan di tengah meredanya tensi politik, dengan prospek positif berkat kinerja dan sentimen pasar.
Pasokan gas terbatas berdampak negatif bagi MEDC dan PGAS, namun menguntungkan GTSI dengan meningkatnya permintaan LNG. MEDC hadapi tekanan pendapatan, PGAS alami tantangan margin, sementara GTSI diuntungkan tren LNG.