IHSG sepekan ATH ke 9.075 didorong aksi beli asing hingga nilai transaksi
IHSG mencapai rekor tertinggi 9.075, didorong aksi beli asing dan lonjakan nilai transaksi, meski volume perdagangan harian menurun.
IHSG mencapai rekor tertinggi 9.075, didorong aksi beli asing dan lonjakan nilai transaksi, meski volume perdagangan harian menurun.
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.
IHSG sepekan menguat 0,32% ke level 8.660,49 dengan rata-rata nilai transaksi harian BEI naik 41,95% menjadi Rp30,29 triliun.
Saham FPNI, UVCR, dan GMTD memimpin top gainers dengan kenaikan signifikan selama 3-7 November 2025. IHSG naik 2,83% mencapai rekor baru.
Dana asing sebesar Rp4,23 triliun masuk ke pasar saham Indonesia dalam sepekan, dengan saham BBCA hingga UNVR diborong. IHSG naik 4,50% ke 8.271,72.
IHSG mengalami kenaikan selama sepekan perdagangan sebesar 4,50% ke level 8.271,72 dengan kapitalisasi pasar Bursa meningkat menjadi Rp15.234 triliun.
Menkeu Purbaya belum beri insentif pasar modal hingga saham gorengan terkendali, fokus lindungi investor kecil. IHSG dibuka menguat di 8.187.
IHSG naik 0,23% ke 8.118,30, kapitalisasi pasar BEI capai Rp15.079 triliun. Transaksi harian naik, namun nilai transaksi turun 11,24% jadi Rp25,02 triliun.