Harapan BUVA hingga SSIA masuk MSCI gugur, perubahan saham Indonesia dibekukan

MSCI membekukan perubahan saham Indonesia di indeks globalnya, menghambat harapan masuknya saham BUMI dan SSIA. Langkah ini untuk mengurangi risiko investasi.

MSCI bekukan rebalancing indeks untuk saham-saham asal Indonesia

MSCI menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia karena kekhawatiran kepemilikan terkonsentrasi. Jika tak ada perbaikan, status pasar bisa diturunkan.

GOTO, BUKA & RATU laporkan realisasi dana IPO, ini ekspektasi pasar

GOTO, BUKA, dan RATU umumkan realisasi dana IPO hingga 2025, pasar harap dana jadi aset produktif, bukan hanya parkir di bank.

Saham emiten grup Astra ASII, UNTR, AALI rebound sesi I perdagangan Kamis (22/1)

Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.

Asing net buy Rp1,06 triliun awal 2026, saham BUMI, GOTO, hingga DEWA jadi incaran

Investor asing Ifonti.com buy Rp1,06 triliun di awal 2026, dengan saham BUMI, GOTO, dan DEWA menjadi incaran, seiring penguatan IHSG dan kepercayaan makro.

IPO 2026: BEI estimasi 50 emiten pada RNTH capai Rp15 triliun

BEI targetkan 50 emiten baru IPO pada 2026, dengan RNTH capai Rp15 triliun, guna dorong pasar modal Indonesia masuk top 10 dunia pada 2030.

Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir tahun 2025

Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir 2025, sementara sektor finansial mendominasi. BEI mencatat 26 perusahaan baru dengan total dana Rp18,11 triliun.

IPO Superbank oversubscribed 318,69 kali, permintaan tembus 1 juta order

IPO Superbank oversubscribed 318,69 kali dengan 1 juta order, menandakan kepercayaan investor tinggi terhadap prospek bank digital ini.

OJK optimistis 2026 jadi tahun ramai IPO dan rights issue

OJK optimis 2026 jadi tahun ramai IPO dan rights issue dengan target 555 efek baru, didukung ekonomi stabil dan minat investor yang meningkat.

OJK pede tren IPO hingga rights issue merekah lagi pada 2026

OJK optimis tren IPO dan rights issue akan meningkat pada 2026 didukung ekonomi stabil dan likuiditas membaik, dengan target dana pasar modal melebihi Rp220 triliun.