IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887, saham AMMN, BRPT hingga CUAN kompak merah
IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.
IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.
Pergantian kepemimpinan BEI dan OJK diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar modal pekan depan.
Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) optimistis pasar saham 2026 akan tumbuh. MAMI pun telah mempersiapkan sektor-sektor saham pilihannya.
Menteri Keuangan Purbaya mendukung revisi UU P2SK untuk memperkuat peran BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% dan meningkatkan koordinasi antar lembaga keuangan.
JP Morgan memberikan target terbaru untuk IHSG pada tahun 2026, dengan bull case scenario dapat menembus hingga 10.000.
Saham Sampoerna Agro (SGRO) melonjak 250,71% YTD setelah Grup Sampoerna menjual 65,721% sahamnya ke AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International.
OJK menargetkan kapitalisasi pasar saham mencapai 70% PDB pada 2025, dengan IHSG mencapai ATH 13 kali. Saat ini, kapitalisasi pasar sudah 69,18%.
IHSG cetak rekor ATH dua hari berturut-turut didukung investor domestik, meski investor Ifonti.com sell. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2025 solid.
IMF, OECD, ADB, dan Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 5% pada 2025, lebih rendah dari target pemerintah 5,2%. Faktor global dan kebijakan fiskal mempengaruhi.
IHSG diprediksi menguat Oktober 2025 didorong efek musiman akhir tahun dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.