IHSG bergejolak, analis sarankan beli saham diskon dan dividen tinggi
IHSG turun 17,81% di Q1 2026. Analis sarankan beli saham diskon dan dividen tinggi, fokus pada diversifikasi dan strategi value investing.
IHSG turun 17,81% di Q1 2026. Analis sarankan beli saham diskon dan dividen tinggi, fokus pada diversifikasi dan strategi value investing.
Pelemahan IHSG 2026 membuka peluang beli saham diskon seperti LSIP dan AKRA. Investor harus mempertimbangkan fundamental, sektor, dan momentum pasar.
Transparansi data pasar modal bantu investor pemula hindari saham gorengan, fokus pada fundamental dan saham undervalued untuk investasi aman.
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
IHSG menguat meski laba emiten turun 4,2% YoY. Saham perbankan dan konsumer dinilai undervalue, berpotensi naik di tengah stabilitas ekonomi kuartal IV/2025.
Musim dividen interim bisa dorong saham big banks seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI yang undervalued untuk naik. Saham high dividend-20 terkoreksi 9,57% YTD.