Saham BRI (BBRI) jadi incaran investor asing, BCA (BBCA) dilego Rp269 miliar
Investor asing borong saham BRI (BBRI) Rp224,57 miliar, sementara BCA (BBCA) dilepas Rp269,21 miliar pada perdagangan 20 Januari 2026.
Investor asing borong saham BRI (BBRI) Rp224,57 miliar, sementara BCA (BBCA) dilepas Rp269,21 miliar pada perdagangan 20 Januari 2026.
BRI (BBRI) akan membagikan dividen interim Rp137 per saham, total Rp20,63 triliun, dengan pembayaran pada 15 Januari 2026. Cum dividen jatuh pada 29 Desember 2025.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi sarankan investor bersabar dan fokus investasi jangka panjang pada saham BBRI.
Investor asing keluar dari saham BRI (BBRI) dengan penjualan bersih Rp1,7 triliun, sementara masuk ke Bank Mandiri (BMRI) dengan pembelian bersih Rp609,8 miliar.
Mayoritas sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp4.668,03, meski dihadapkan tantangan risiko dan prospek pertumbuhan laba hingga 2026.
IHSG menutup pekan ketiga September 2025 di rekor tertinggi 8.051,118, didorong lonjakan saham BRPT, DSSA, MLPT, dan TLKM.
BBRI, ASII, dan BBNI menopang IHSG meski turun 0,17% pekan ini. Sentimen positif dari dana pemerintah Rp200 triliun dorong saham bank BUMN.
Saham bank jumbo BBCA, BBRI, BMRI menguat, menarik arus dana asing. Ifonti.com sell asing tinggi ytd, prospek pasar saham Indonesia tetap positif.
HSG ditutup menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2025), setelah BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,12% kuartal II/2025.