Calon emiten IPO wait and see tunggu kondisi pasar lebih stabil
Calon emiten IPO di Indonesia menunda aksi karena kondisi pasar yang tidak stabil dan regulasi ketat. Hingga Februari 2026, belum ada IPO baru di BEI.
Calon emiten IPO di Indonesia menunda aksi karena kondisi pasar yang tidak stabil dan regulasi ketat. Hingga Februari 2026, belum ada IPO baru di BEI.
Transformasi pasar modal Indonesia meningkatkan kualitas emiten dan likuiditas, namun mengurangi volatilitas yang dicari trader harian. Fokus pada emiten besar dapat mengurangi ruang bagi perusahaan kecil dan menengah.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan tanggapan mengenai praktik poles memoles aset menjelang penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).
IHSG sepekan menguat 0,32% ke level 8.660,49 dengan rata-rata nilai transaksi harian BEI naik 41,95% menjadi Rp30,29 triliun.
Perusahaan tambang dan pengolahan nikel PT Anugrah Neo Energy Materials dikabarkan berencana IPO di BEI pada Desember 2025
Dibuka pada harga Rp83 per lembar pada perdagangan Jumat (3/10/2025), saham produsen sepeda dan motor listrik United Bike itu ditutup di level Rp82 per lembar.
Tren IPO di BEI sepi, namun BRI Danareksa Sekuritas optimis pertumbuhan positif hingga 2025. Penurunan suku bunga BI diharapkan meningkatkan minat investor.
Minat IPO meningkat pasca tensi politik mendingin dan penurunan suku bunga BI, meski tantangan ekonomi dan regulasi ketat tetap ada.
Jantra Grupo (KAQI) targetkan pendapatan Rp75,13 miliar pada 2025 dengan ekspansi bengkel di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.