Breaking! BI kembali tahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Rupiah menguat didorong pelemahan dolar AS dan sinyal positif BI. Stabilitas rupiah diprioritaskan BI melalui operasi pasar valas, meski risiko global dan isu fiskal tetap diwaspadai.
Menkeu AS Scott Bessent mempertimbangkan peninjauan ulang target inflasi The Fed 2% setelah inflasi terkendali, dengan opsi rentang target 1,5%-2,5%.
Revisi UU P2SK mengurangi independensi BI, mendorong peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, meski independensi tetap dijaga.
Rencana redenominasi rupiah oleh Bank Indonesia dan pemerintah belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Fokus saat ini adalah stabilitas ekonomi.
BI dan pemerintah berencana mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR.
IHSG diprediksi menguat Oktober 2025 didorong efek musiman akhir tahun dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Bank Neo Commerce (BBYB) menyesuaikan bunga simpanan seiring penurunan BI Rate menjadi 5% dengan fokus pada likuiditas dan pertumbuhan dana murah (CASA).
Bank Indonesia telah memangkas BI Rate 75 bps sejak awal 2025, kini di 5%, menandai pelonggaran moneter. Keputusan ini di luar ekspektasi pasar.
Bank Indonesia menurunkan BI Rate menjadi 5% pada Agustus 2025 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas rupiah, meski di luar ekspektasi pasar.