Calon emiten IPO wait and see tunggu kondisi pasar lebih stabil
Calon emiten IPO di Indonesia menunda aksi karena kondisi pasar yang tidak stabil dan regulasi ketat. Hingga Februari 2026, belum ada IPO baru di BEI.
Calon emiten IPO di Indonesia menunda aksi karena kondisi pasar yang tidak stabil dan regulasi ketat. Hingga Februari 2026, belum ada IPO baru di BEI.
Transformasi pasar modal Indonesia meningkatkan kualitas emiten dan likuiditas, namun mengurangi volatilitas yang dicari trader harian. Fokus pada emiten besar dapat mengurangi ruang bagi perusahaan kecil dan menengah.
DJP blokir saham dua penunggak pajak senilai Rp2,6 miliar di BEI sesuai aturan baru, menunggu proses rekening penampungan untuk eksekusi lebih lanjut.
REI DKI Jakarta dorong 25 pengembang IPO hingga 2028, targetkan dana Rp5 triliun untuk modal dan pengelolaan utang.
OJK denda Belvin Tannadi Rp5,35 miliar atas manipulasi saham. OJK selidiki 32 influencer lain terkait pelanggaran serupa di pasar modal.
IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.
Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif, mempengaruhi minat IPO. Meski demikian, Mandiri Sekuritas tetap optimis dan memproses IPO di semester II/2025.
IHSG diproyeksikan terkonsolidasi usai libur Imlek seiring munculnya sinyal rotasi modal dari saham perbankan yang tertekan aksi jual asing ke energi.
Performa indeks BUMN mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun berjalan, kontras dengan laju IHSG yang masih tertahan di zona merah.
Absennya IPO BUMN pada 2026 dinilai tidak akan mengganggu likuiditas pasar modal, seiring dengan fokus bursa pada penguatan struktur kedalaman pasar.