Timur Tengah memanas, BI tutup ruang penurunan suku bunga jangka pendek
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia menyiapkan Rp185,6 triliun untuk penukaran rupiah melalui aplikasi PINTAR, dengan kuota dan periode pemesanan diperpanjang di Jawa mulai 24 Februari 2026.
IHSG diprediksi sideways di 8.200-8.350 usai BI tahan suku bunga 4,75%. Sentimen stabil, kredit tumbuh 9,96%, dan kesepakatan dagang RI-AS dukung pasar.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.
Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.
Mirae Asset Sekuritas tetap menargetkan IHSG di level 10.500 hingga akhir 2026, didukung fundamental ekonomi domestik yang kuat. Risiko koreksi ada, namun optimisme tetap tinggi.
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$431,7 miliar di Q4/2025, dengan ULN swasta turun menjadi US$192,8 miliar, didominasi utang jangka panjang.
Dolar AS menguat karena spekulasi The Fed tidak akan memangkas suku bunga sebanyak yang diharapkan, meski tekanan dari kebijakan Trump masih ada.