Pemerintah optimistis ekonomi bisa tumbuh 5,4% meski diramal IMF lebih rendah
Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026 meski IMF memproyeksikan 5,1%, didukung stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal.
Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026 meski IMF memproyeksikan 5,1%, didukung stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal.
IHSG pekan depan dipengaruhi stabilisasi rupiah dan arus dana asing. Pasar menanti suku bunga The Fed dan data ekonomi AS untuk menentukan arah risiko global.
Sektor properti diprediksi stabil pada 2026 dengan suku bunga BI 4,75%.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia menyuntikkan Rp397,9 triliun ke perbankan awal 2026, hampir dua kali lipat dana pemerintah. Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan suku bunga kredit.
Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, menyarankan suku bunga AS tetap ketat untuk mengendalikan inflasi, meski pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ruang fiskal Indonesia menyempit akibat defisit APBN 2025, mendorong peran Bank Indonesia dalam menstimulasi ekonomi melalui kebijakan moneter yang lebih longgar.
HSBC memprediksi Bank Indonesia akan memangkas suku bunga tiga kali pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan total penurunan 75 bps.
IHSG diprediksi capai 10.000 pada 2026. OJK dukung optimisme ini dengan syarat ekonomi solid dan investor domestik aktif.