BI ungkap likuiditas perbankan RI melimpah, permintaan masyarakat penyebab credit gap

Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.

Calon emiten IPO wait and see tunggu kondisi pasar lebih stabil

Calon emiten IPO di Indonesia menunda aksi karena kondisi pasar yang tidak stabil dan regulasi ketat. Hingga Februari 2026, belum ada IPO baru di BEI.

Bunga kredit dan simpanan bank susut per Januari 2026, BI ungkap datanya

Pada Januari 2026, BI melaporkan penurunan suku bunga kredit dan simpanan, dengan suku bunga kredit rata-rata 8,79% dan suku bunga simpanan berjangka turun di berbagai tenor.

BI: Pemanfaatan KLM baru 4,83%, masih ada ruang tekan bunga kredit

BI mencatat pemanfaatan KLM baru 4,83% dari DPK dan masih ada ruang 0,7% untuk menekan bunga kredit.

Banjir insentif dari BI, lemahnya permintaan ganjal ekspansi kredit 2026

Bank Indonesia (BI) terus memberikan insentif likuiditas untuk mendorong pertumbuhan kredit pada 2026.

Target guyuran likuiditas meleset, Purbaya senggol BI dan tuding bank main aman

Menteri Keuangan Purbaya menyalahkan ketidaksinkronan kebijakan antara BI dan perbankan atas stagnasi pertumbuhan kredit di 7%. Meski dana Rp200 triliun ditempatkan, penyaluran kredit tetap lambat.

Injeksi Rp200 triliun kurang ‘nendang’, Purbaya akui sempat ada ganjalan dengan BI

Menteri Keuangan Purbaya mengakui injeksi Rp200 triliun ke perbankan belum optimal karena ketidaksinkronan dengan BI, tetapi kini menurutnya koordinasi membaik.

Beda versi Purbaya vs BI soal kredit bank masih lesu darah

Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia stagnan di 7% meski ada dana pemerintah di BI. Purbaya menyalahkan bank yang cari aman, bukan lemahnya permintaan.

Asing banyak jual saham BBCA hingga EMTK, net sell capai Rp17,34 triliun pada 2025

Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia Ifonti.com sell asing Rp17,34 triliun, meski IHSG naik 22,13%. Saham BBCA dan BMRI jadi sasaran utama.