Menilik minat investor di tengah peluang lahirnya saham-saham baru pada 2026
Pada 2026, BEI menargetkan 50 IPO baru dengan minat investor tinggi. Meski saham IPO 2025 mencatat kenaikan signifikan, seleksi fundamental tetap penting.
Pada 2026, BEI menargetkan 50 IPO baru dengan minat investor tinggi. Meski saham IPO 2025 mencatat kenaikan signifikan, seleksi fundamental tetap penting.
Enam perusahaan besar siap IPO di BEI akhir tahun 2025, berasal dari sektor material, energi, finansial, teknologi, dan transportasi. Total 9 perusahaan dalam pipeline.
Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir 2025, sementara sektor finansial mendominasi. BEI mencatat 26 perusahaan baru dengan total dana Rp18,11 triliun.
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
BEI mencatat 11 perusahaan siap IPO di 2025, fokus pada kualitas. Hingga Q3 2025, 23 perusahaan telah IPO dengan dana Rp15,1 triliun. BEI targetkan 66 IPO baru.
BEI mencatat 10 perusahaan dalam pipeline IPO, dengan 2 di antaranya berpotensi menjadi IPO lighthouse tahun ini. OJK memproses pendaftaran IPO senilai Rp5,3 triliun.
Tren IPO di BEI sepi, namun BRI Danareksa Sekuritas optimis pertumbuhan positif hingga 2025. Penurunan suku bunga BI diharapkan meningkatkan minat investor.
Tujuh perusahaan dari beragam sektor siap IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengikuti jejak COIN dan CDIA pada tahun ini. Lantas, bagaimana minat investor?
BEI mencatat 7 perusahaan dalam antrean IPO, dengan 3 berskala besar dan 4 menengah. Sektor meliputi bahan dasar, industri, keuangan, teknologi, dan transportasi.