IHSG sesi I terkoreksi tipis, saham emiten Prajogo kompak loyo
IHSG sesi I melemah 0,001% ke 8.884,62. Saham Prajogo Pangestu dan Grup MNC loyo, sementara saham Anthoni Salim dan Boy Thohir menguat.
IHSG sesi I melemah 0,001% ke 8.884,62. Saham Prajogo Pangestu dan Grup MNC loyo, sementara saham Anthoni Salim dan Boy Thohir menguat.
IHSG sesi I 12/1/2026 naik 0,13% ke 8.947,96. Saham konglomerat seperti MNC dan Bakrie menguat, sementara saham Prajogo Pangestu melemah. Analis prediksi IHSG sesi II di rentang 8.900-9.000.
Saham BRPT, DSSA, dan DCII anjlok sepekan, menekan IHSG turun 0,83% ke 8.537,91. Kapitalisasi pasar turun 1,17%, transaksi harian turun 30,91%.
Saham konglomerat seperti BUMI dan BRMS masih prospektif di 2026, meski valuasi tinggi. Momentum didorong narasi akuisisi dan rotasi komoditas.
IHSG ditutup turun 0,02% pada 14/11/2025. Saham Grup Bakrie memimpin kenaikan mingguan dengan lonjakan 12,46%, diikuti oleh konglomerasi Happy Hapsoro.
Saham konglomerat seperti Prajogo, Hashim, hingga Grup Lippo jatuh, IHSG turun 2,57% ke 7.915,65
IHSG turun 2,57% ke 7.915,66 akibat saham konglomerat melemah, tetapi Menkeu Purbaya optimistis bisa capai level 9.000 akhir tahun.
IHSG turun 2,57% ke 7.915,66 akibat saham konglomerat jatuh. Penurunan dipicu krisis kredit AS dan ketegangan geopolitik. Danantara siapkan dana Rp16 triliun untuk stabilisasi.
Saham konglomerat besar seperti Haji Isam, Hapsoro, dan Prajogo mengalami penurunan signifikan saat IHSG melemah ke level 7.985,3 pada 15 Oktober 2025.
Saham Prajogo Pangestu dorong IHSG ke rekor tertinggi 8.257,85 poin berkat aksi korporasi, dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. melonjak 51,88%.