Harga buyback emas Antam turun Rp55.000 hari ini Jumat (20/3)
Harga buyback emas Antam turun Rp55.000 ke Rp2.610.000 pada 20 Maret 2026, menjauh dari rekor tertinggi Januari. Penurunan dipicu perang Iran dan harga minyak.
Harga buyback emas Antam turun Rp55.000 ke Rp2.610.000 pada 20 Maret 2026, menjauh dari rekor tertinggi Januari. Penurunan dipicu perang Iran dan harga minyak.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75% pada Maret 2026, meski ada ketidakpastian ekonomi akibat konflik Timur Tengah dan inflasi tinggi.
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
DJPPR berencana menyesuaikan jadwal penerbitan SBN Ritel 2026 untuk meningkatkan penyerapan pasar, setelah ORI029 sepi peminat akibat kurangnya SBN jatuh tempo.
Harga emas di pasar spot stabil setelah mencatatkan lonjakan 2%. Pelaku pasar mencermati kebijakan The Fed dan negosiasi AS-Iran.
Mirae Asset Sekuritas tetap menargetkan IHSG di level 10.500 hingga akhir 2026, didukung fundamental ekonomi domestik yang kuat. Risiko koreksi ada, namun optimisme tetap tinggi.
Dolar AS menguat karena spekulasi The Fed tidak akan memangkas suku bunga sebanyak yang diharapkan, meski tekanan dari kebijakan Trump masih ada.
Harga emas spot naik 2,2% setelah inflasi AS terkendali, memicu harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Investor memanfaatkan harga emas yang lebih murah.
IHSG diprediksi melemah menuju 7.750 pekan ini akibat sentimen global dan penurunan rating Indonesia. Ketidakpastian global dan isu fiskal menambah tekanan.
The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Januari 2026, didorong oleh stabilitas ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski inflasi masih tinggi.