Harga emas konsolidasi, pasar pantau langkah suku bunga The Fed
Harga emas turun tipis di tengah libur Asia dan fokus pada kebijakan suku bunga The Fed. Pasar memantau ketegangan geopolitik dan perundingan nuklir AS-Iran.
Harga emas turun tipis di tengah libur Asia dan fokus pada kebijakan suku bunga The Fed. Pasar memantau ketegangan geopolitik dan perundingan nuklir AS-Iran.
Menkeu AS Scott Bessent mempertimbangkan peninjauan ulang target inflasi The Fed 2% setelah inflasi terkendali, dengan opsi rentang target 1,5%-2,5%.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.
Meski IHSG bullish, minat investor ke obligasi korporasi diproyeksi tetap kuat 2026, dengan penerbitan berpotensi mencapai Rp170 triliun didorong refinancing.
Bank Indonesia akan meningkatkan insentif makroprudensial menjadi Rp423 triliun mulai Desember 2025 untuk mendorong pertumbuhan kredit 8-12% pada 2026.
Investor asing mengalirkan dana Rp3,9 triliun ke pasar saham Indonesia, dengan saham BMRI dan BBCA menjadi incaran utama. IHSG naik 0,52% pekan ini.
BI mempertahankan suku bunga 4,75% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apindo pun memberikan tanggapan.
Harga tembaga naik akibat gangguan pasokan dari tambang Freeport di Indonesia dan ketidakpastian suku bunga The Fed. Produksi tambang diperkirakan pulih 2027.
Saham bank seperti BMRI & BBNI berpotensi rebound di era suku bunga rendah, didukung peningkatan likuiditas dan ekspektasi penyaluran kredit yang lebih tinggi.
Penurunan BI Rate ke 4,75% diharapkan mendorong ekspansi ekonomi dan pembiayaan multifinance, meski dampaknya baru terasa dalam beberapa bulan.