BTN (BBTN) belum ada rencana buyback saham, ini alasannya
BTN belum berencana buyback saham untuk menjaga kepemilikan publik di atas 40% demi insentif pajak.
BTN belum berencana buyback saham untuk menjaga kepemilikan publik di atas 40% demi insentif pajak.
Astra International (ASII) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana Rp2 triliun.
Bank Nobu akan buyback saham hingga Rp50 miliar untuk stabilkan harga dan tingkatkan kepercayaan investor, tanpa pengaruh negatif pada keuangan.
Empat direksi Astra International membeli saham ASII senilai Rp21,44 miliar untuk investasi, meningkatkan kepemilikan mereka di perusahaan otomotif tersebut.
PT Astra International Tbk. (ASII) telah melakukan buyback saham senilai Rp684,97 miliar, menyerap 104.850.800 lembar saham dari alokasi maksimal Rp2 triliun.
OCBC NISP akan mengadakan RUPST pada 9 April 2026 dengan agenda utama buyback saham senilai Rp1 miliar untuk remunerasi variabel.
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menyelesaikan buyback saham senilai Rp950 miliar lebih cepat dari jadwal, menyerap 4,03% saham beredar.
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
Emiten di Indonesia ramai-ramai melakukan buyback saham setelah valuasi jatuh akibat pembekuan MSCI, meski ini bertentangan dengan upaya meningkatkan free float.