RUPST OCBC NISP 2026: Jadwal hingga rencana buyback saham
OCBC NISP akan mengadakan RUPST pada 9 April 2026 dengan agenda utama buyback saham senilai Rp1 miliar untuk remunerasi variabel.
OCBC NISP akan mengadakan RUPST pada 9 April 2026 dengan agenda utama buyback saham senilai Rp1 miliar untuk remunerasi variabel.
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menyelesaikan buyback saham senilai Rp950 miliar lebih cepat dari jadwal, menyerap 4,03% saham beredar.
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
Emiten di Indonesia ramai-ramai melakukan buyback saham setelah valuasi jatuh akibat pembekuan MSCI, meski ini bertentangan dengan upaya meningkatkan free float.
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp250 miliar untuk meredam tekanan jual dan menjaga kepercayaan investor.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) akan buyback saham senilai Rp300 miliar mulai 2 Februari hingga 1 Mei 2026 untuk menjaga stabilitas harga saham.
BNI (BBNI) berencana buyback saham senilai Rp1,50 triliun untuk meredam tekanan jual dan menunjukkan harga saham tidak mencerminkan fundamental. RUPST dijadwalkan 9 Maret 2026.
PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) akan melakukan buyback saham senilai maksimal Rp200 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.
PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) berencana buyback saham senilai Rp250 miliar akibat volatilitas pasar, setelah sahamnya turun tajam dan terkena ARB dua kali.