BI Tahan Suku Bunga: Kekhawatiran Global Bayangi Ekonomi Indonesia
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% pada November 2025 untuk mengantisipasi ketidakpastian global, meski ruang pelonggaran tetap terbuka.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% pada November 2025 untuk mengantisipasi ketidakpastian global, meski ruang pelonggaran tetap terbuka.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.
Bank Indonesia menjelaskan redenominasi Rupiah memerlukan 4 tahapan dan bisa memakan waktu hingga 6 tahun.
Bank Indonesia dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi makro 2026: pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 2,62%, kurs Rp16.430 per USD. Anggaran BI surplus Rp16,09 triliun.
Rencana redenominasi rupiah oleh Bank Indonesia dan pemerintah belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Fokus saat ini adalah stabilitas ekonomi.
Saham blue chip seperti BBCA dan TLKM berpotensi naik didorong stimulus ekonomi Rp46 triliun dan penurunan suku bunga, meski kinerja tahun ini kurang impresif.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi, bukan redenominasi rupiah, yang memerlukan persiapan panjang.
BI dan pemerintah berencana mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR.
RUU Redenominasi Rupiah masuk Prolegnas 2025-2029, BI pastikan tak ganggu ekonomi. Fokus pada stabilitas dan efisiensi, pelaksanaan bertahap.
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Jakarta tumbuh 4,6%-5,4% di Q4 2025, didorong oleh peningkatan konsumsi saat Natal dan Tahun Baru serta dukungan sektor kreatif.