Konflik AS-Iran hantam aset RI, rupiah sentuh Rp17.015 dan IHSG jatuh 5%
Konflik AS-Iran memicu pelemahan rupiah ke Rp17.015/USD dan IHSG jatuh 5%, didorong oleh lonjakan harga minyak dan sentimen risiko global.
Konflik AS-Iran memicu pelemahan rupiah ke Rp17.015/USD dan IHSG jatuh 5%, didorong oleh lonjakan harga minyak dan sentimen risiko global.
Pasar saham negara berkembang tertekan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan MSCI Emerging Markets turun lebih dari 10% dan mata uang melemah.
Eskalasi geopolitik di Selat Hormuz memicu pelarian modal ke aset aman seiring proyeksi lonjakan harga emas sebagai instrumen lindung nilai utama.
Bank Indonesia mengungkapkan investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi rupiah. BI terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar.
IHSG diprediksi konsolidasi di level 8.850-9.100. Saham PGEO, AKRA, dan MEDC direkomendasikan analis. Rupiah menguat, emas naik, ketegangan geopolitik meningkat.
BPS mencatat pembelian emas perhiasan di Indonesia memicu inflasi Oktober 2025 didorong oleh tren investasi dan harga global.
Harga emas dan IHSG menguat bersamaan karena tekanan ekonomi AS, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan ketidakpastian global akibat shutdown AS.
Nilai tukar rupiah dan IHSG jatuh akibat aksi demo dan ketegangan politik, memicu kekhawatiran investor.