Musim lesu, saham-saham royal tebar dividen, BBCA, ADRO cs
IDX High Dividend 20 melemah 0,19% di 2025, berbanding terbalik dengan IHSG yang naik 20,59%, efek dari fundamental konstituen yang tidak sesuai ekspektasi
IDX High Dividend 20 melemah 0,19% di 2025, berbanding terbalik dengan IHSG yang naik 20,59%, efek dari fundamental konstituen yang tidak sesuai ekspektasi
Emiten batu bara seperti BSSR, ADRO, dan AADI membagikan dividen besar kepada pemegang saham, didorong oleh kenaikan laba dan aksi korporasi strategis.
Lo Kheng Hong berencana mempercantik portofolio sahamnya pada 2026, fokus pada saham perbankan dan sektor pertambangan, didorong penurunan suku bunga.
Pada tahun 2026, saham sektor energi dan peternakan diprediksi menarik bagi investor yang mengejar dividen.
Pasar saham Indonesia diproyeksikan cerah pada 2026, saham batu bara dan perbankan menarik bagi pemburu dividen.
Chengdong Investment Corporation menjual 81,50 juta saham BUMI, menurunkan kepemilikannya menjadi 8,86%. Penjualan ini bukan bagian dari repurchase agreement.
Alamtri Resources Indonesia (ADRO) membeli 231 juta saham Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) senilai Rp331,48 miliar untuk meningkatkan investasi.
Low Tuck Kwong membeli 11,55 juta saham BYAN, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Meski pendapatan BYAN naik, laba bersih turun 7,30% pada 2025.
Saham batu bara BUMI, AADI, HRUM menguat saat IHSG capai ATH 8.085. Produksi batu bara 2025 diproyeksi turun 11,5% akibat pasar global tak menentu.
Ekspor batu bara Indonesia turun 21,74% hingga Juli 2025. Analis optimis musim dingin bisa memicu rebound saham batu bara seperti AADI, ITMG, dan UNTR.