BEI kantongi 7 calon emiten di pipeline IPO, mayoritas punya aset skala jumbo
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat mayoritas calon emiten yang mengantre masuk dalam kategori aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat mayoritas calon emiten yang mengantre masuk dalam kategori aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.
Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif, mempengaruhi minat IPO. Meski demikian, Mandiri Sekuritas tetap optimis dan memproses IPO di semester II/2025.
Sekuritas aktif mengumpulkan calon emiten untuk IPO di tengah penguatan IHSG. OCBC dan Samuel Sekuritas menargetkan perusahaan dari sektor teknologi, logistik, dan FMCG. BEI mencatat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO, dengan sektor keuangan memimpin.
TBS Energi Utama (TOBA) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp586,27 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham.
OJK optimis 2026 jadi tahun ramai IPO dan rights issue dengan target 555 efek baru, didukung ekonomi stabil dan minat investor yang meningkat.
OJK optimis tren IPO dan rights issue akan meningkat pada 2026 didukung ekonomi stabil dan likuiditas membaik, dengan target dana pasar modal melebihi Rp220 triliun.
PT Raja Roti Cemerlang (BRRC) mengumumkan kolaborasi dengan Triple B, memicu lonjakan saham 69% dalam sebulan. Kolaborasi ini masih spekulatif tanpa detail jelas.
Sejumlah saham seperti BBCA dan BUKA menguat akibat buyback, namun dampaknya sementara. Buyback meningkatkan EPS dan ROE, tapi bisa menghambat ekspansi bisnis.
IHSG diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan, didukung penguatan rupiah, stimulus pemerintah, dan data ekonomi positif.
IHSG diprediksi menguat pekan depan dengan saham ASII, JSMR, hingga ICBP sebagai rekomendasi.