Saham emiten grup Astra ASII, UNTR, AALI rebound sesi I perdagangan Kamis (22/1)
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Pasar saham Indonesia berpotensi menguat akhir tahun berkat Santa Claus Rally, dengan saham seperti BMRI, ASII, dan ANTM diproyeksikan naik.
Saham ASII, MAPI, hingga UNVR menjadi top picks dengan IHSG yang diproyeksi bergerak menguat hari ini.
Saham Astra (ASII) diprediksi tembus level Rp8.100 usai melesat sepanjang tahun ini, didukung oleh free cash flow yang kuat dan prospek otomotif yang positif.
IHSG cetak rekor baru di 2025, didukung saham DCII, DSSA, dan ASII. IHSG capai level tertinggi 8.355, naik 17,18% ytd. Saham multibagger konglomerat jadi penopang utama.
IHSG diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan, didukung penguatan rupiah, stimulus pemerintah, dan data ekonomi positif.
IHSG diprediksi menguat pekan depan dengan saham ASII, JSMR, hingga ICBP sebagai rekomendasi.
Saham ANTM, TLKM hingga ASII menjadi incaran investor asing meski ada outflow. JP Morgan dan OCBC Sekuritas memberikan pandangan positif & rekomendasi beli.
Saham Grup Astra naik, didorong strategi baru untuk tingkatkan imbal hasil. JP Morgan proyeksikan dividen ASII naik, target harga Rp6.250.
Saham otomotif seperti ASII dan IMAS menguat berkat penurunan BI Rate dan GIIAS 2025. Kebijakan moneter longgar dan penjualan mobil meningkat jadi katalis.