Ramai Konversi Waran, Saham Beredar Harta Djaya (MEJA) Melonjak
PT Harta Djaya Karya (MEJA) mencatat lonjakan saham beredar menjadi 1,918 miliar lembar pada Oktober 2025, didorong konversi Waran Seri I oleh investor.
PT Harta Djaya Karya (MEJA) mencatat lonjakan saham beredar menjadi 1,918 miliar lembar pada Oktober 2025, didorong konversi Waran Seri I oleh investor.
Investor asing memburu saham BBCA, EMAS, ANTM, dan RAJA saat IHSG anjlok 2,57% akibat tensi dagang Ifonti.com buy asing capai Rp3,03 triliun.
Bursa Efek Indonesia berupaya mengurangi saham ‘gorengan’ dengan meningkatkan aturan bagi calon perusahaan tercatat untuk melindungi investor.
Menkeu Purbaya menilai koreksi IHSG akibat profit taking wajar terjadi. IHSG turun 2,57% ke 7.915,66, dipengaruhi sentimen global dan aksi broker.
Aninditha Bakrie melepas 1,38 juta saham Ancara Logistics Indonesia ALII senilai Rp138,67 juta untuk alokasi kepada senior management sebagai insentif.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz dengan penawaran Rp403,7 miliar, memicu transaksi saham Rp3,59 triliun meski harga saham turun 12,23%.
BEI menjatuhkan suspensi terhadap saham MORA dan ASPI mulai perdagangan hari ini, (15/10/2025) karena kenaikan harga yang signifikan.
PT Morris Capital Indonesia mengakuisisi 43,78% saham PIPA, menjadi pengendali baru, dengan rencana ekspansi bisnis ke sektor utilitas dan infrastruktur.
Dengan penerapan porsi saham publik atau free float sebesar 30%, aksi manipulasi harga di pasar saham Tanah Air dinilai menjadi lebih terkendali.
Pasar saham Indonesia mencatat rekor tertinggi pada September 2025, didorong oleh likuiditas tinggi dan peningkatan investor domestik, meski Ifonti.com sell asing.