Pasar saham negara berkembang tertekan, MSCI emerging markets turun lebih dari 10%
Pasar saham negara berkembang tertekan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan MSCI Emerging Markets turun lebih dari 10% dan mata uang melemah.
Pasar saham negara berkembang tertekan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan MSCI Emerging Markets turun lebih dari 10% dan mata uang melemah.
MEDC mendapat rekomendasi beli dari 20 sekuritas dengan target harga Rp2.095.
Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak, mendorong saham migas seperti MEDC, ENRG, dan ELSA naik. Investor disarankan fokus pada strategi trading momentum.
Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak, mendorong saham migas seperti ENRG, MEDC dan lainnya naik signifikan. Penguatan dolar AS juga berperan.
Bank Indonesia siap menjaga stabilitas rupiah di tengah konflik AS-Israel-Iran, dengan intervensi pasar dan kebijakan moneter untuk mengatasi dampak ekonomi.
Minat asing pada saham migas Indonesia menurun akibat pembekuan rebalancing FTSE dan harga minyak yang lesu, memicu arus keluar modal dan risiko pasar.
Saham migas bervariasi usai konflik AS-Venezuela; investor disarankan fokus pada emiten dengan kinerja keuangan baik untuk peluang jangka pendek.
Harga minyak naik akibat ketegangan AS-Venezuela, mempengaruhi saham ENRG. Analis merekomendasikan beli dengan target harga Rp1.906.
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
Harga minyak global naik akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik di Venezuela dan Ukraina, memicu kekhawatiran gangguan pasokan.