Mengukur minat IPO hingga rights issue saat pasar saham gonjang-ganjing
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Sejumlah saham di BEI memiliki PER tinggi, namun tetap layak investasi jika didukung pertumbuhan EPS yang kuat dan sektor strategis seperti teknologi dan energi terbarukan.
Sejumlah saham seperti NZIA, SOHO, dan FITT mencatatkan lonjakan harga hingga di atas 60% dan masuk jajaran top gainers sepanjang 2–6 Februari 2026.
IHSG diprediksi menguat pada 5 Februari 2026, dengan saham BKSL, MBMA, dan MEDC direkomendasikan untuk dibeli. Analis mencermati data ekonomi Indonesia 2025.
Bareskrim Polri selidiki dugaan pidana pasar modal IPO Multi Makmur Lemindo (PIPA) dan Shinhan Sekuritas, terkait lonjakan dan penurunan saham PIPA.
Joseph Sanusi Tjong, Presiden Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), membeli 2 juta saham ASRI senilai Rp322 juta untuk investasi langsung.
Batas investasi saham asuransi naik dari 8% ke 20% untuk fleksibilitas, namun tetap harus hati-hati. AAUI dukung dengan mitigasi risiko dan pengawasan ketat.
Low Tuck Kwong menambah 3.700 saham BYAN pada Januari 2026, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Tujuan transaksi adalah untuk investasi.
Glencore tercatat melepas sejumlah saham CITA dan NCKL, masing-masing sebanyak 248.400 lembar dan 53,09 juta lembar per 20 Januari 2026.
Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro, membeli 40.000 saham UNTR saat harga turun akibat pencabutan IUP Martabe, meningkatkan kepemilikannya menjadi 208.100 lembar.