Sanksi diperketat, OJK bidik manipulasi transaksi saham & informasi yang sesatkan investor ritel
OJK memperketat sanksi di pasar modal untuk cegah manipulasi saham dan informasi menyesatkan, guna menjaga integritas dan kepercayaan investor.
OJK memperketat sanksi di pasar modal untuk cegah manipulasi saham dan informasi menyesatkan, guna menjaga integritas dan kepercayaan investor.
Haiyanto menjual 3,02 juta saham INAI, mengurangi kepemilikannya menjadi 8,96%. Sebelumnya, ia menjual 1,92 juta saham pada 26 Januari 2026.
Direktur PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) membeli 35,26 juta saham AYAM, meningkatkan kepemilikan menjadi 1,68%.
Kontribusi investor ritel di BEI naik jadi 50% pada 2025. OJK fokus pada perlindungan dan edukasi untuk mencegah manipulasi pasar dan mendorong investasi berkelanjutan.
Pelajari cara memadukan analisis fundamental dan teknikal untuk mengenali saham sehat dan menghindari pom-pom saham yang menyesatkan.
Regulasi baru OJK membatasi penjatahan saham IPO maksimal 10% per investor ritel, mengurangi dominasi investor besar dan potensi listing gain tinggi, namun membuat distribusi saham lebih adil dan pasar lebih stabil.
Mandiri Sekuritas optimis IHSG capai 9.000, didorong investor ritel dan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, ritel, serta pertambangan.
OJK terbitkan aturan baru e-IPO, tingkatkan porsi ritel jadi 1:1, batasi pemesanan 10%, dan tambah golongan alokasi efek untuk stabilkan pasar.
Aksi profit taking setelah IHSG mencapai rekor penutupan baru dapat terelakkan jika pertumbuhan ekonomi dan dampak stimulus kuartal IV/2025 sesuai ekspektasi
Di tengah rencana JSI Sinergi Mas menjadi pemegang saham pengendali LAPD, investor publik menambah kepemilikannya.